Mabuk Hukum

Kemarin – kemarin kita mungkin merasa iba menyaksikan para bejat yang babak belur, penyak penyok dihakimi warga. Dalihnya, jika dipolisikan atau dimeja hijaukan, vonis yang dijatuhkan sangat tidak memuaskan alias nggak bikin kapok. Lalu saat ini masyarakat sadar bahwa aparat hukum sangat responsif terhadap perkara – perkara yang remeh temeh maka ramailah pengadilan dengan kasus – kasus segede upil. Ambil kakao tiga biji di kebun orang, nyaris masuk penjara. Mengambil semangka satu biji di kebun orang, masuk ke bui. Mengambil lima tangkai pohon jagung, jadi terdakwa di pengadilan. Gilirannya kini kita iba melihat rakyat lemah duduk lesu di kursi pesakitan dengan kesalahan yang semestinya tuntas dengan kata ma’af saja.

Hal – hal seperti ini masih akan terus berlanjut. Karena sebagian besar masyarakat kita menganggap tidak perlu permisi…tidak usah meminta halal mengambil sesuatu yang tak seberapa nilainya kepada si empunya. Sementara si empunya sudah tak mau berbesar hati…sudah enggan berlapang dada mengikhlaskan sebagian kecil miliknya dibagi untuk orang lain yang juga membutuhkan sekalipun orang tersebut tak meminta halal atas apa yang diambilnya. Malah terkesan si pelapor atau korban ingin mengambil untung dari perkara yang dilaporkannya. Tengok saja kasus “pencurian” serok untuk menggoreng tahu di Bengkulu yang cuma bernilai Rp 15.000 tapi si korban meminta ganti rugi Rp 20 juta.❓

Tapi sepertinya ada yang menuai badai gara – gara menebar hukum. Infotainment kini tengah menjadi sorotan publik setelah para awaknya berseteru dengan artis Luna Maya. Tayangan infotainment dianggap tak lebih dari gunjingan tentang gosip dan aib atau malawarta yang sangat disukai kalangan tertentu namun bukan hanya tak bermanfaat tapi juga bisa berefek buruk terhadap hubungan sosial kemasyarakatan. Mungkin ini bisa menjadi pelajaran bahwa menggunakan jalur hukum tidak selamanya menguntungkan bagi si korban atau pelapor.

About eLki

sebutir debu di atas puing cahaya

Posted on 28 Desember 2009, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: