Category Archives: Catatan Perjalanan

Catatan Perjalanan

Pemain Ulung

Ia adalah pemain ulung, seperti itulah yang aku ketahui kelak. Suatu hari ia datang mengajakku bermain. Ia datang dari arah depanku. Ia datang saat tak ada sesiapapun di sampingku. Aku belum
Iklan

Bianglala Kehidupan

Bianglala KehidupanBeginilah hidup, terus bergerak maju mengikuti sang waktu menyeret kaki – kaki tuanya mengantar setiap napas dari negeri rahim menuju titik akhir sejarah di lembah bermaut. Hidup menawarkan banyak pilihan. Banyak imbalan. Setiap jiwa berhak menentukan pilihan atas koridor mana yang akan dilaluinya dan siap menanggung baik atau buruk resikonya.

Aku melihat bayi…

Menaklukkan Rasa Takut, Me-reka Kenyataan dan Nikmatnya Buah Wanyi

Kakiku gemetar dan jantung terasa semakin kuat menonjok dadaku. Padahal belum seperempat bagian dari pohon wanyi (aku nggak tau apa bahasa latinnya) ini yang berhasil aku panjat. Aku berhenti, menarik napas dalam – dalam dan menimbang dalam keraguan antara takut, sedikit malu dan jangan sampai kemalaman. Terus naik

Menghargai Hidup Ala Orang Mati

batu nisan

Mereka – mereka yang kini telah usai menjalani hidup di dunia tak pernah lagi kembali untuk memulai kehidupan baru. Bukan berarti kehidupan di alam ketiga selalu nikmat. Tidak berarti pula bahwa sebagian mereka tak punya keinginan untuk kembali ke dunia, hanya saja kesempatan itu sudah berakhir dan tertutup. Diakhir hidup manusia hanya ada dua predikat, husnul khotimah dan su’ul khotimah. Akhir baik dan akhir buruk. Predikat yang menentukan perbedaan pola dan cara pandang hidup sebelumnya baik dari alam sini maupun alam sana.

Simak lebih dalam lagi

Membersihkan Jiwa, Perubahan Pola Fikir dan Celana

Moon Light Suatu pagi di hari Kamis, aku berjalan sendirian ke pekan dengan niat membeli beberapa keperluan. Angin musim kemarau menderu dari timur menggesek dedaunan di hutan perbukitan dan menggoyang perdu serta rerumputan yang mengelilingi kampung kecil ini. Terasa indah menyinggahi dada dan menitip aroma yang selalu aku rindu. Nun diujung sana mataku menangkap sesosok yang tampaknya aku kenal, tanpa harus mengingat keras aku tahu siapa dia dan aku berusaha mendekati.

Lanjutin aja yaa

%d blogger menyukai ini: